Salah satu keuntungan menggunakan perangkat Android adalah Anda dapat melakukan fungsi otomatis dari tugas tertentu dengan bantuan sebuah aplikasi. Salah satu yang dapat Anda coba adalah MacroDroid.
Dari namanya, aplikasi ini memungkinkan Anda untuk membuat macro (dengan konsep seperti Microsoft Office) yang dapat berjalan otomatis dalam kondisi tertentu, atau manual menggunakan pemicu (trigger). Tersedia beberapa tugas yang dapat Anda pilih, seperti menonaktifkan mobile data, ketika malam untuk menghemat kuota, memainkan sebuah file suara saat proses pengisian baterai selesai, dan lainnya. Aplikasi ini sudah menyediakan beberapa template untuk macro yang dapat langsung digunakan. Yang perlu dicatat, aplikasi ini memerlukan hak akses root.
Setelah MacroDroid terinstal, jalankan dan berikan hak akses root, restart perangkat terlebih dahulu. Menu utama menampilkan opsi seperti List Macros, Add Macro, View Templates dan sebagainya.
Menggunakan Template Macro
Mari menggunakan macro yang sudah ada terlebih dahulu. Pada bagian selanjutnya kita akan membuat macro sendiri. Tap opsi View Templates pada menu utama.
1. Terdapat lebih dari 20 template macro yang dapat. Anda gunakan seperti Night power save, Fully charged notification, Low battery warning dan sebagainya. Anda dapat melihat fungsi tiap macro secara lengkap.
2. Dalam contoh ini dipilih macro Night power save. Macro ini membantu Anda untuk menghemat baterai dengan cara mengaktifkan Airplane mode pada waktu tertentu (defaultnya adalah pukul 11 malam). Pilih trigger dengan mentap tombol anak panah.
3. Layar akan menampilkan empat bagian. Pada bagian pertama digunakan untuk mengubah nama macro berikut mengkategorikannya (berguna ketika nanti-nya Anda ingin mengaktifkan macro), Kemudian bagian kedua adalah Trigger, yakni pemicu kapan macro akan aktif. Untuk macro Night power save, pemicunya adalah waktu. Untuk mengubah waktu cukup tap ikon pensil dan pilih opsi Configure. Kemudian pilih waktu berupa hari dan jam kapan pemicu aktif. Lewati bagian ketiga yakni Actions, dan terakhir adalah bagian keempat yakni Constraints yang merupakan syarat tambahan yang diperlukan ketika sebuah fungsi berjalan. Biarkan saja kosong. Terakhir tap ikon "+" di sudut kanan atas untuk nrienambahkan macro ke dalam daftar yang akan Anda gunakan.
4. Secara otomatis macro sudah aktif. Anda dapat menonaktifkannya dengan menggeser slider menjadi Off.
5. Lebih dari satu macro dapat diaktifkan jika perlu.
Membuat Macro
Sekarang mari membuat macro sendiri, jika Anda merasa tidak terdapat template yang cocok. Di sini kita akan membuat macro, yakni ketika layar dimatikan (standby), maka koneksi data akan nonaktif.
1. Pada menu utama tap Add Macro. Kemudian pilih pemicunya (trigger) terlebih dahulu. Terdapat lebih dari 40 trigger yang dapat dipilih. Pilih salah satu trigger, dalam contoh ini adalah Screen on/off. Lalu pilih opsi Screen Off karena pemicunya adalah layar yang mati.
2. Selanjutnya adalah menambahkan Actions atau tugas yang perlu dilakukan. Jika Anda ingin agar koneksi data nonaktif, maka yang dipilih adalah Mobile Data On/Off, kemudian memilih opsi Data off. Tap ikon panah di sudut kanan atas untuk melanjutkan. Untuk Constraints dibiarkan kosong (none).
3. Terakhir berikan nama untuk macro berikut kategorinya. Tap tombol OK.
4. Kembali ke menu utama, akses List Macros. Maka dapat dilihat setelah Anda berikan kategori pada macro yang telah dibuat, macro tersebut akan dikelompokkan berdasarkan kategorinya untuk mudah dicari.
5. Untuk menghapus macro, akses menu List Macros, lalu tap ikon pensil di dalamnya. Tap ikon tempat sampah untuk menghapus.
DOWNLOAD
loading...
